ANASTASIA MAYANG MOTA
Oleh: Ona Kobo A ku lahir dari bulan Juli yang memeluk bumi dengan hujan dan rindu. Di dadaku mengalir air bukan sekadar unsur, tetapi cara aku mencintai: diam, dalam, dan setia. N amaku bukan hanya rangkaian huruf, ia adalah doa yang dititipkan langit. Dalam sunyi aku sering berbicara pada laut, sebab hanya ombak yang mengerti betapa perasaan bisa pasang tanpa pernah meminta izin. A da merah dalam diriku warna kesukaanku, warna keberanian. Merah yang tidak selalu berteriak, namun menyala pelan di balik kelembutan seorang Cancer. S eperti ombak yang tak pernah berhenti, aku belajar menerima diri. Luka mengajarkanku bertumbuh, air mataku mengajarkanku kuat, dan nyanyianku mengajarkanku sembuh. T anggal sembilan bulan tujuh dua ribu tiga, aku datang membawa hati yang sensitif. Katanya aku terlalu perasa, tapi bukankah dunia butuh lebih banyak hat...