AMBANG AKHIR JUNI
Oleh: Ona Kobo Pada akhirnya, Juni hanyalah sebuah halaman yang selesai dibaca waktu, Sementara kehidupan tetap menjadi kitab yang tak pernah mencapai titik terakhir. Bulan ini tidak pergi. Ia hanya mengganti wujudnya: dari kalender menjadi kenangan, Dari angka menjadi makna, Dari peristiwa menjadi diam yang menetap di kedalaman jiwa. Bukankah setiap musim adalah cara semesta mengajarkan bahwa menggenggam terlalu lama hanya akan membuat bunga kehilangan harum sebelum waktunya? Lihatlah senja. Ia tidak pernah meratap ketika cahaya meninggalkan langit. Ia tahu, gelap bukan lawan terang, melainkan ruang tempat bintang belajar menyebut dirinya sendiri. Demikian pula Juni. Ia menanggalkan hari-harinya seperti pohon tua yang melepaskan daun-daunnya bukan karena kematian, melainkan karena kehidupan selalu membutuhkan keberanian untuk kehilangan. Waktu tidak pernah tergesa. Kitalah yang sering ber...