Postingan

Di Antara Langit yang Belum Selesai

Gambar
                Oleh: Ona Kobo Masa depan itu seperti jalan berkabut, aku melangkah bukan karena tahu arah, tetapi karena percaya bahwa setiap lelah punya rumahnya sendiri. Kadang langkah ini goyah, seperti ranting yang digoyang angin ragu, namun aku tetap berdiri sebab di dalam jatuh pun aku belajar arti bangkit yang sesungguhnya. Hari-hari berjatuhan seperti daun, tak selalu hijau, tak selalu utuh, namun tetap kupungut satu per satu sebagai tanda bahwa aku pernah berjuang, bahwa aku tidak menyerah pada waktu yang sering kali terasa terlalu kejam. Ada malam-malam yang panjang, di mana pikiran menjadi lautan tanpa tepi, dan aku hanyut di dalamnya, mencari daratan yang bernama harapan. Namun di antara semua itu, aku menemukan diriku sendiri yang perlahan tumbuh dari luka, yang diam-diam menjadi kuat tanpa perlu tepuk tangan dunia. Dan tentangmu, kau seperti bintang yang tak pernah kumiliki, hadirmu jauh, namun cahayamu dekat, menemani g...

GOLGOTA: SUNYI YANG MENANGIS

Gambar
                  Oleh: Ona Kobo Langit merunduk pada siang yang kehilangan cahaya, awan-awan menghitam seperti duka yang tak sempat diucapkan. Angin berhenti di antara napas yang tertahan, dan bumi diam… terlalu diam untuk sebuah kematian. Di puncak sepi itu, Engkau terpaku pada kayu yang tak bernyawa, namun justru di sanalah cinta menemukan suaranya yang paling dalam. Darah-Mu menetes perlahan, seperti doa yang jatuh tanpa suara, membasuh tanah yang dulu Kau panggil “baik”, kini basah oleh luka Sang Pencipta. Teriakan, cemooh, dan tawa bercampur menjadi satu di kaki salib, namun Engkau tidak menjawab dengan murka, hanya dengan mata yang tetap memeluk dunia. “Bapa… ampunilah mereka…” kata-kata itu retak di antara napas terakhir, namun justru di situlah langit belajar tentang arti kasih yang tak bersyarat. Aku berdiri di kejauhan tak sanggup menatap terlalu lama, karena setiap luka-Mu seperti memanggil namaku d...

Simponi yang Retak di Dalam Diri

Gambar
              Oleh: Ona Kobo Di kepalaku, malam tidak pernah benar-benar tiba ia hanya redup, lalu berubah menjadi gema yang berulang-ulang memanggil namaku dengan suara yang bukan milikku. Pikiran-pikiran itu datang seperti ombak yang lupa cara kembali, menghantam tanpa jeda, meninggalkan serpihan rasa yang tak sempat kusebut sebagai luka. Aku mencoba merapikan mereka menyusunnya seperti doa yang ingin ku pinta namun huruf-hurufnya berjatuhan sebelum sempat kupahami maknanya. Ada gaduh yang berwajah tenang, ada sunyi yang terasa berisik, dan aku terjebak di antaranya— seperti langit yang tak mampu memilih antara hujan atau petir. Sering kali aku ingin diam, tapi pikiranku justru bersuara lebih keras, mengulang hal-hal yang tak ingin kuingat, menciptakan takut dari bayangan yang bahkan belum sempat menjadi nyata. Aku lelah bukan karena dunia terlalu berat, tetapi karena diriku sendiri terlalu penuh untuk kutenangk...

PENGAGUM RAHASIA

Gambar
           Oleh: Ona Kobo Malam telah membentangkan sayap kelamnya Semilir angin, mencengkram tubuh Hari ini begitu cepat hingga malam pun menghampiri Padahal, aku masih mengagumi senja Ku berdiam bersama alam hayalan Bersandar pada tiang lamunan Menikmati keterasingan ini Harap, Sukma bukan sebatas hayalan belakang Sekejap, ku pejamkan netra teduh  Terbayang wajah yang sempat ku dambakan Walau sekedar pengagum rahasia hati Kini, ambisi hanyalah ambisi Dalam relung hatiku rindu kian merindu Senandung sendu ku lantunkan dalam hayalan Sebait puisi ku bacakan dalam angan Untuk sang pengagum rahasia asmara Dalam rintihan kerinduan, terbaring sebuah kesunyian berselimutkan resah Hatiku meronta, seakan hanya sebatas angan Jiwa seolah hampa, tanpa siluet senyum sang pengagum.

DALAM KEHENINGAN

Gambar
                              Oleh: Ona Kobo Cinta ini tidak bersuara, ia berlutut dalam sunyi, bertumbuh dari hati yang rela memberi tanpa menagih kembali. Ia lahir dari ketulusan yang menyerahkan diri pada kehendak Ilahi, mencintai bukan untuk memiliki, melainkan untuk menjaga seperti Tuhan menjaga kehidupan. Cinta yang hidup adalah doa yang tak terucap, setia dalam luka, tabah dalam penantian, dan tetap percaya bahwa kasih tidak pernah sia-sia. Ia membentuk jiwa tanpa memaksa, menumbuhkan tanpa melukai, menguatkan tanpa mengikat. Dan dalam cinta yang demikian, aku belajar,  ketulusan adalah ibadah, kesetiaan adalah iman, dan mencintai tanpa pamrih adalah cara paling manusiawi untuk menyerupai Tuhan. ✨

RAYUAN DALAM DOA BISU

Gambar
          Oleh: Ona Kobo Ada satu nama, yang tidak pernah kusebut keras-keras kepada dunia Ia hanya berlayar pelan di antara doa-doa yang kuangkat diam-diam ke langit yang sabar mendengar. Aku tidak menaruhnya di bibir, tetapi di sela-sela hening saat hati menjadi lebih jujur daripada segala kata. Seringkali ia tidak pernah tahu, bahwa setiap kali malam menutup hari ada satu harapan kecil yang kubiarkan naik seperti asap dupa tipis, tenang, namun penuh makna. Aku mengagumi seperti bumi memandang langit: tanpa gaduh, tanpa menuntut untuk disentuh, hanya setia berada di bawah luasnya biru yang sama. Sebab ada rasa yang tidak perlu menjadi cerita. Ia cukup tinggal seperti bintang yang jauh tidak selalu dapat diraih, tetapi cukup untuk menerangi arah pulang. Dan jika suatu saat Tuhan membaca semua doa yang tak terucap itu, biarlah Ia sendiri yang mengerti mengapa di antara begitu banyak kata selalu ada satu nama yang kusemb...

PANDANGAN GENERASI Z : MENJADI GURU BUKAN HANYA MENGAJAR TETAPI MENJADI TELADAN

Gambar
                    Oleh: Ona Kobo   Menjadi guru, bagi saya, bukan sekadar berdiri di depan kelas lalu menjelaskan materi sampai bel berbunyi. Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi penanam nilai. Bukan hanya pengajar teori, tetapi penjaga adab, disiplin, moral, dan karakter. Di zaman sekarang, ketika informasi bisa didapatkan hanya dengan satu sentuhan layar, peran guru justru semakin dalam. Ilmu bisa dicari di internet, video pembelajaran bisa ditonton kapan saja. Tetapi adab tidak bisa diunduh. Disiplin tidak bisa diinstal. Karakter tidak bisa dicopy-paste.      Semua itu lahir dari keteladanan. Sebagai bagian dari generasi Z, generasi yang tumbuh bersama teknologi dan perubahan yang cepat,menjadi guru adalah panggilan yang unik. Kami adalah generasi yang kreatif, ekspresif, dan akrab dengan dunia digital. Namun justru di situlah tantangannya: apakah kami mampu menjadi contoh di tengah dunia yan...