Postingan

DALAM KEHENINGAN

Gambar
                              Oleh: Ona Kobo Cinta ini tidak bersuara, ia berlutut dalam sunyi, bertumbuh dari hati yang rela memberi tanpa menagih kembali. Ia lahir dari ketulusan yang menyerahkan diri pada kehendak Ilahi, mencintai bukan untuk memiliki, melainkan untuk menjaga seperti Tuhan menjaga kehidupan. Cinta yang hidup adalah doa yang tak terucap, setia dalam luka, tabah dalam penantian, dan tetap percaya bahwa kasih tidak pernah sia-sia. Ia membentuk jiwa tanpa memaksa, menumbuhkan tanpa melukai, menguatkan tanpa mengikat. Dan dalam cinta yang demikian, aku belajar,  ketulusan adalah ibadah, kesetiaan adalah iman, dan mencintai tanpa pamrih adalah cara paling manusiawi untuk menyerupai Tuhan. ✨

SUNYI PEMBAWA KASIH

Gambar
                              Oleh: Ona Kobo Cinta ini tidak bersuara, ia berlutut dalam sunyi, bertumbuh dari hati yang rela memberi tanpa menagih kembali. Ia lahir dari ketulusan yang menyerahkan diri pada kehendak Ilahi, mencintai bukan untuk memiliki, melainkan untuk menjaga seperti Tuhan menjaga kehidupan. Cinta yang hidup adalah doa yang tak terucap, setia dalam luka, tabah dalam penantian, dan tetap percaya bahwa kasih tidak pernah sia-sia. Ia membentuk jiwa tanpa memaksa, menumbuhkan tanpa melukai, menguatkan tanpa mengikat. Dan dalam cinta yang demikian, aku belajar,  ketulusan adalah ibadah, kesetiaan adalah iman, dan mencintai tanpa pamrih adalah cara paling manusiawi untuk menyerupai Tuhan. ✨

LESTARIKAN BUDAYA TENUN UNTUK ANAK GENERASI Z

Gambar
               Oleh: Ona Kobo       Di tengah dunia yang serba cepat, digital, dan instan, menenun mungkin terlihat seperti sesuatu yang “lama”. Namun justru di situlah letak keistimewaannya. Menenun bukan sekadar merangkai benang menjadi kain, tetapi merangkai sejarah, identitas, dan nilai hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi. Maka:  Untuk anak Gen Z yang kreatif, kritis, dan akrab dengan teknologi, menenun bisa menjadi ruang ekspresi yang baru dan bermakna. Mengapa Menenun Perlu Dilestarikan? Identitas dan Jati diri setiap motif tenun menyimpan cerita: tentang alam, tentang leluhur, tentang nilai kehidupan. Ketika kita memakai atau membuat tenun, kita sedang membawa identitas budaya kita sendiri. Nilai Kesabaran dan Ketekunan  menenun mengajarkan proses. Tidak ada hasil instan. Benang demi benang dirajut dengan kesabaran. Ini menjadi pelajaran hidup yang sangat relevan di era serba cepat.   ...

DI UJUNG DESEMBER: CINTA MENYEBUT NAMA TUHAN

Gambar
                          Oleh : Ona Kobo Desember berjalan perlahan, Seperti seseorang yang tak ingin cepat pergi, ia membawa sisa hujan dan sisa rindu, Serta doa-doa yang belum sempat kuucapkan dengan berani. Di setiap malam yang lebih panjang, Aku belajar diam di hadapan-Mu, Tuhan, Sebab ada rasa yang terlalu dalam Untuk diterjemahkan menjadi kata-kata biasa. Cinta tumbuh tanpa permisi, Hadir dalam bentuk sabar dan menunggu, ia tak selalu meminta dimengerti, Cukup dipercaya dan diserahkan sepenuhnya. Aku pernah menggenggam harap dengan gemetar, Takut jika ia runtuh oleh waktu, Namun Kau ajarkanku satu hal sederhana Apa yang dititipkan kepada-Mu tak akan sia-sia. Di antara nama yang kusebut dalam doa, Ada wajah yang kucintai dengan tenang, Bukan untuk kumiliki sepenuhnya, Melainkan untuk kujaga dalam restu-Mu. Desember mengajarkanku berdamai, Dengan luka, dengan rencana yang berubah, Dengan cinta yang tak sel...

BERSEMI, MERECUPLAH NOVEMBER

Gambar
                  Oleh: Ona Kobo Telah datang November, lembut seperti  doa di ujung senja, Menggugurkan sisa rindu dari Oktober yang penuh perjuangan. Embun jatuh perlahan di kening pagi, Seakan menulis ulang harapan yang sempat tertunda. Merecuplah November seperti bunga yang malu-malu tumbuh, Dari tanah yang pernah retak, Dari hati yang pernah lelah namun tak menyerah. Ada cahaya kecil di balik setiap luka, Dan kini ia tumbuh menjadi alasan untuk tersenyum lagi. Angin membawa kabar tentang permulaan baru, Tentang keberanian untuk mencinta, berdoa, dan percaya. Segalanya tampak sederhana  Namun penuh makna seperti tatapan pertama pada pagi yang damai. Oh November, Jadilah halaman baru yang wangi, Tempat segala niat baik tumbuh dan bersemi, Tempat kita belajar lagi  Bahwa setiap akhir selalu menyimpan janji akan keindahan yang baru. 

OKTOBER: ROSARIO DAN PERJUANGAN

Gambar
                 Oleh: Ona Kobo (Per Mariam Ad Jesum) Oktober datang perlahan, membawa wangi dupa dan bisikan doa Salam Maria, di setiap butir rosario yang kugenggam, kutitipkan harapan, luka, dan cinta yang belum sembuh. Di altar kecil di sudut kamarku, lilin menyala seperti bintang yang setia, mengiringi langkah iman yang tak selalu mudah, namun selalu kutempuh, walau tertatih oleh waktu. Bulan ini suci — bulan Bunda yang mengajar tentang kesabaran, tentang mencintai dengan hati yang berani patah, dan bangkit lagi dengan damai yang tak riuh. Oktober juga bulan perjuangan, ketika keringat bercampur air mata di ladang kehidupan, namun dalam setiap letih, ada tangan Tuhan yang menepuk lembut pundakku: "Jangan berhenti, Aku menyertaimu." Dan di akhir Oktober  ketika malam terasa lebih sunyi, aku menatap langit, melihat bulan separuh yang tampak pasrah, seperti diriku yang belajar berserah sepenuhnya. Oktober menutup dengan tena...

HUJAN DI BULAN OKTOBER

Gambar
                Oleh: Ona Kobo Hujan di 10 Oktober, Mengetuk jendela dengan nada lirih, Seperti bisik rindu yang tak pernah usai, Menyapa hati yang masih menyimpan namamu. Di sudut malam, wanita itu duduk merenung, Memandangi butiran hujan yang jatuh perlahan, Seakan tiap tetesnya membawa wajahmu, Bayangan dirimu yang tak pernah pudar dari ingatan. Angin berhembus membawa kenangan, Menyelinap lembut ke dalam dada, Membangunkan rindu yang lama terdiam, Menyulut sunyi menjadi bara penantian. Oh, Oktober… Mengapa setiap hujan selalu tentang dirimu? Tentang tatapan yang dulu menenangkan, Tentang kehadiran yang kini hanya bayangan. Wanita itu terus merenung dalam gerimis malam, Menyebut namamu dalam diam, Mungkin hujan takkan membawamu pulang, Tapi rindu ini tetap akan menunggu dalam tenang.