DI UJUNG DESEMBER: CINTA MENYEBUT NAMA TUHAN
Oleh : Ona Kobo Desember berjalan perlahan, Seperti seseorang yang tak ingin cepat pergi, ia membawa sisa hujan dan sisa rindu, Serta doa-doa yang belum sempat kuucapkan dengan berani. Di setiap malam yang lebih panjang, Aku belajar diam di hadapan-Mu, Tuhan, Sebab ada rasa yang terlalu dalam Untuk diterjemahkan menjadi kata-kata biasa. Cinta tumbuh tanpa permisi, Hadir dalam bentuk sabar dan menunggu, ia tak selalu meminta dimengerti, Cukup dipercaya dan diserahkan sepenuhnya. Aku pernah menggenggam harap dengan gemetar, Takut jika ia runtuh oleh waktu, Namun Kau ajarkanku satu hal sederhana Apa yang dititipkan kepada-Mu tak akan sia-sia. Di antara nama yang kusebut dalam doa, Ada wajah yang kucintai dengan tenang, Bukan untuk kumiliki sepenuhnya, Melainkan untuk kujaga dalam restu-Mu. Desember mengajarkanku berdamai, Dengan luka, dengan rencana yang berubah, Dengan cinta yang tak sel...