MARIA YONARTA ALBERTA KOBO
Oleh: Ona Kobo M enulis adalah caraku bernapas, menitipkan luka dan syukur pada lembar-lembar sunyi. A ku berdiri dengan suara yang tak lagi gemetar, public speaking mengajariku percaya pada kata-kata sendiri. R indu pada puncak gunung selalu memanggil namaku, di ketinggian aku belajar rendah hati pada semesta. I ni aku, seorang pengajar yang setiap pagi menyalakan cahaya kecil di mata-mata muda. A da merah sebagai warna kesukaanku, merah yang berani, merah yang hidup, merah yang penuh cinta. Y ang kuharapkan kini sederhana tapi dalam: orang tua yang sehat dan bahagia dalam peluk doa. O mbak waktu boleh datang dan pergi, namun masa depan tetap kutatap dengan langkah pasti. N apas perjuanganku tak selalu terdengar, tapi Tuhan tahu seberapa jauh aku bertahan. A ku ingin cintaku kelak bukan sekadar rasa, melainkan rumah yang teduh dan setia. R uang-ruang kelas adalah ladang baktiku, di sana aku menanam...