Simponi yang Retak di Dalam Diri
Oleh: Ona Kobo Di kepalaku, malam tidak pernah benar-benar tiba ia hanya redup, lalu berubah menjadi gema yang berulang-ulang memanggil namaku dengan suara yang bukan milikku. Pikiran-pikiran itu datang seperti ombak yang lupa cara kembali, menghantam tanpa jeda, meninggalkan serpihan rasa yang tak sempat kusebut sebagai luka. Aku mencoba merapikan mereka menyusunnya seperti doa yang ingin ku pinta namun huruf-hurufnya berjatuhan sebelum sempat kupahami maknanya. Ada gaduh yang berwajah tenang, ada sunyi yang terasa berisik, dan aku terjebak di antaranya— seperti langit yang tak mampu memilih antara hujan atau petir. Sering kali aku ingin diam, tapi pikiranku justru bersuara lebih keras, mengulang hal-hal yang tak ingin kuingat, menciptakan takut dari bayangan yang bahkan belum sempat menjadi nyata. Aku lelah bukan karena dunia terlalu berat, tetapi karena diriku sendiri terlalu penuh untuk kutenangk...