RAYUAN DALAM DOA BISU

          Oleh: Ona Kobo

Ada satu nama, yang tidak pernah kusebut keras-keras kepada dunia
Ia hanya berlayar pelan
di antara doa-doa yang kuangkat diam-diam
ke langit yang sabar mendengar.
Aku tidak menaruhnya di bibir,
tetapi di sela-sela hening
saat hati menjadi lebih jujur
daripada segala kata.
Seringkali ia tidak pernah tahu,
bahwa setiap kali malam menutup hari
ada satu harapan kecil
yang kubiarkan naik seperti asap dupa
tipis, tenang,
namun penuh makna.
Aku mengagumi seperti bumi memandang langit:
tanpa gaduh,
tanpa menuntut untuk disentuh,
hanya setia berada
di bawah luasnya biru yang sama.
Sebab ada rasa
yang tidak perlu menjadi cerita.
Ia cukup tinggal
seperti bintang yang jauh
tidak selalu dapat diraih,
tetapi cukup untuk menerangi
arah pulang.
Dan jika suatu saat
Tuhan membaca semua doa yang tak terucap itu,
biarlah Ia sendiri yang mengerti
mengapa di antara begitu banyak kata
selalu ada satu nama
yang kusembunyikan
di dalam cahaya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SENJA DI UJUNG KAMPUNG BESKEM

PENGAGUM RAHASIA

DI UJUNG DESEMBER: CINTA MENYEBUT NAMA TUHAN