Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

Di Antara Langit yang Belum Selesai

Gambar
                Oleh: Ona Kobo Masa depan itu seperti jalan berkabut, aku melangkah bukan karena tahu arah, tetapi karena percaya bahwa setiap lelah punya rumahnya sendiri. Kadang langkah ini goyah, seperti ranting yang digoyang angin ragu, namun aku tetap berdiri sebab di dalam jatuh pun aku belajar arti bangkit yang sesungguhnya. Hari-hari berjatuhan seperti daun, tak selalu hijau, tak selalu utuh, namun tetap kupungut satu per satu sebagai tanda bahwa aku pernah berjuang, bahwa aku tidak menyerah pada waktu yang sering kali terasa terlalu kejam. Ada malam-malam yang panjang, di mana pikiran menjadi lautan tanpa tepi, dan aku hanyut di dalamnya, mencari daratan yang bernama harapan. Namun di antara semua itu, aku menemukan diriku sendiri yang perlahan tumbuh dari luka, yang diam-diam menjadi kuat tanpa perlu tepuk tangan dunia. Dan tentangmu, kau seperti bintang yang tak pernah kumiliki, hadirmu jauh, namun cahayamu dekat, menemani g...

GOLGOTA: SUNYI YANG MENANGIS

Gambar
                  Oleh: Ona Kobo Langit merunduk pada siang yang kehilangan cahaya, awan-awan menghitam seperti duka yang tak sempat diucapkan. Angin berhenti di antara napas yang tertahan, dan bumi diam… terlalu diam untuk sebuah kematian. Di puncak sepi itu, Engkau terpaku pada kayu yang tak bernyawa, namun justru di sanalah cinta menemukan suaranya yang paling dalam. Darah-Mu menetes perlahan, seperti doa yang jatuh tanpa suara, membasuh tanah yang dulu Kau panggil “baik”, kini basah oleh luka Sang Pencipta. Teriakan, cemooh, dan tawa bercampur menjadi satu di kaki salib, namun Engkau tidak menjawab dengan murka, hanya dengan mata yang tetap memeluk dunia. “Bapa… ampunilah mereka…” kata-kata itu retak di antara napas terakhir, namun justru di situlah langit belajar tentang arti kasih yang tak bersyarat. Aku berdiri di kejauhan tak sanggup menatap terlalu lama, karena setiap luka-Mu seperti memanggil namaku d...