Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Simponi yang Retak di Dalam Diri

Gambar
              Oleh: Ona Kobo Di kepalaku, malam tidak pernah benar-benar tiba ia hanya redup, lalu berubah menjadi gema yang berulang-ulang memanggil namaku dengan suara yang bukan milikku. Pikiran-pikiran itu datang seperti ombak yang lupa cara kembali, menghantam tanpa jeda, meninggalkan serpihan rasa yang tak sempat kusebut sebagai luka. Aku mencoba merapikan mereka menyusunnya seperti doa yang ingin ku pinta namun huruf-hurufnya berjatuhan sebelum sempat kupahami maknanya. Ada gaduh yang berwajah tenang, ada sunyi yang terasa berisik, dan aku terjebak di antaranya— seperti langit yang tak mampu memilih antara hujan atau petir. Sering kali aku ingin diam, tapi pikiranku justru bersuara lebih keras, mengulang hal-hal yang tak ingin kuingat, menciptakan takut dari bayangan yang bahkan belum sempat menjadi nyata. Aku lelah bukan karena dunia terlalu berat, tetapi karena diriku sendiri terlalu penuh untuk kutenangk...

PENGAGUM RAHASIA

Gambar
           Oleh: Ona Kobo Malam telah membentangkan sayap kelamnya Semilir angin, mencengkram tubuh Hari ini begitu cepat hingga malam pun menghampiri Padahal, aku masih mengagumi senja Ku berdiam bersama alam hayalan Bersandar pada tiang lamunan Menikmati keterasingan ini Harap, Sukma bukan sebatas hayalan belakang Sekejap, ku pejamkan netra teduh  Terbayang wajah yang sempat ku dambakan Walau sekedar pengagum rahasia hati Kini, ambisi hanyalah ambisi Dalam relung hatiku rindu kian merindu Senandung sendu ku lantunkan dalam hayalan Sebait puisi ku bacakan dalam angan Untuk sang pengagum rahasia asmara Dalam rintihan kerinduan, terbaring sebuah kesunyian berselimutkan resah Hatiku meronta, seakan hanya sebatas angan Jiwa seolah hampa, tanpa siluet senyum sang pengagum.

DALAM KEHENINGAN

Gambar
                              Oleh: Ona Kobo Cinta ini tidak bersuara, ia berlutut dalam sunyi, bertumbuh dari hati yang rela memberi tanpa menagih kembali. Ia lahir dari ketulusan yang menyerahkan diri pada kehendak Ilahi, mencintai bukan untuk memiliki, melainkan untuk menjaga seperti Tuhan menjaga kehidupan. Cinta yang hidup adalah doa yang tak terucap, setia dalam luka, tabah dalam penantian, dan tetap percaya bahwa kasih tidak pernah sia-sia. Ia membentuk jiwa tanpa memaksa, menumbuhkan tanpa melukai, menguatkan tanpa mengikat. Dan dalam cinta yang demikian, aku belajar,  ketulusan adalah ibadah, kesetiaan adalah iman, dan mencintai tanpa pamrih adalah cara paling manusiawi untuk menyerupai Tuhan. ✨

RAYUAN DALAM DOA BISU

Gambar
          Oleh: Ona Kobo Ada satu nama, yang tidak pernah kusebut keras-keras kepada dunia Ia hanya berlayar pelan di antara doa-doa yang kuangkat diam-diam ke langit yang sabar mendengar. Aku tidak menaruhnya di bibir, tetapi di sela-sela hening saat hati menjadi lebih jujur daripada segala kata. Seringkali ia tidak pernah tahu, bahwa setiap kali malam menutup hari ada satu harapan kecil yang kubiarkan naik seperti asap dupa tipis, tenang, namun penuh makna. Aku mengagumi seperti bumi memandang langit: tanpa gaduh, tanpa menuntut untuk disentuh, hanya setia berada di bawah luasnya biru yang sama. Sebab ada rasa yang tidak perlu menjadi cerita. Ia cukup tinggal seperti bintang yang jauh tidak selalu dapat diraih, tetapi cukup untuk menerangi arah pulang. Dan jika suatu saat Tuhan membaca semua doa yang tak terucap itu, biarlah Ia sendiri yang mengerti mengapa di antara begitu banyak kata selalu ada satu nama yang kusemb...