PENGAGUM RAHASIA
Malam telah membentangkan sayap kelamnya
Semilir angin, mencengkram tubuh
Hari ini begitu cepat hingga malam pun menghampiri
Padahal, aku masih mengagumi senja
Ku berdiam bersama alam hayalan
Bersandar pada tiang lamunan
Menikmati keterasingan ini
Harap, Sukma bukan sebatas hayalan belakang
Sekejap, ku pejamkan netra teduh
Terbayang wajah yang sempat ku dambakan
Walau sekedar pengagum rahasia hati
Kini, ambisi hanyalah ambisi
Dalam relung hatiku rindu kian merindu
Senandung sendu ku lantunkan dalam hayalan
Sebait puisi ku bacakan dalam angan
Untuk sang pengagum rahasia asmara
Dalam rintihan kerinduan, terbaring sebuah kesunyian berselimutkan resah
Hatiku meronta, seakan hanya sebatas angan
Jiwa seolah hampa, tanpa siluet senyum sang pengagum.
Komentar