DI UJUNG DESEMBER: CINTA MENYEBUT NAMA TUHAN

                          Oleh: Ona Kobo


Desember berjalan perlahan,
Seperti seseorang yang tak ingin cepat pergi,
ia membawa sisa hujan dan sisa rindu,
Serta doa-doa yang belum sempat kuucapkan dengan berani.

Di setiap malam yang lebih panjang,
Aku belajar diam di hadapan-Mu, Tuhan,
Sebab ada rasa yang terlalu dalam
Untuk diterjemahkan menjadi kata-kata biasa.

Cinta tumbuh tanpa permisi,
Hadir dalam bentuk sabar dan menunggu,
ia tak selalu meminta dimengerti,
Cukup dipercaya dan diserahkan sepenuhnya.

Aku pernah menggenggam harap dengan gemetar,
Takut jika ia runtuh oleh waktu,
Namun Kau ajarkanku satu hal sederhana
Apa yang dititipkan kepada-Mu tak akan sia-sia.

Di antara nama yang kusebut dalam doa,
Ada wajah yang kucintai dengan tenang,
Bukan untuk kumiliki sepenuhnya,
Melainkan untuk kujaga dalam restu-Mu.

Desember mengajarkanku berdamai,
Dengan luka, dengan rencana yang berubah,
Dengan cinta yang tak selalu berjalan lurus,
Namun selalu punya arah pulang.

Di ujung tahun ini aku mengerti,
Cinta sejati tak membuatku menjauh dari Tuhan,
Justru membawaku semakin dekat,
Karena di sanalah cinta dan iman saling menemukan.

Maka jika kelak Desember kembali berakhir,
Biarlah yang tertinggal bukan air mata,
Melainkan keyakinan yang utuh:
Bahwa cinta adalah bahasa Tuhan
Yang paling lembut untuk menyentuh manusia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SENJA DI UJUNG KAMPUNG BESKEM

PENGAGUM RAHASIA