Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

OKTOBER: ROSARIO DAN PERJUANGAN

Gambar
                 Oleh: Ona Kobo (Per Mariam Ad Jesum) Oktober datang perlahan, membawa wangi dupa dan bisikan doa Salam Maria, di setiap butir rosario yang kugenggam, kutitipkan harapan, luka, dan cinta yang belum sembuh. Di altar kecil di sudut kamarku, lilin menyala seperti bintang yang setia, mengiringi langkah iman yang tak selalu mudah, namun selalu kutempuh, walau tertatih oleh waktu. Bulan ini suci — bulan Bunda yang mengajar tentang kesabaran, tentang mencintai dengan hati yang berani patah, dan bangkit lagi dengan damai yang tak riuh. Oktober juga bulan perjuangan, ketika keringat bercampur air mata di ladang kehidupan, namun dalam setiap letih, ada tangan Tuhan yang menepuk lembut pundakku: "Jangan berhenti, Aku menyertaimu." Dan di akhir Oktober  ketika malam terasa lebih sunyi, aku menatap langit, melihat bulan separuh yang tampak pasrah, seperti diriku yang belajar berserah sepenuhnya. Oktober menutup dengan tena...

HUJAN DI BULAN OKTOBER

Gambar
                Oleh: Ona Kobo Hujan di 10 Oktober, Mengetuk jendela dengan nada lirih, Seperti bisik rindu yang tak pernah usai, Menyapa hati yang masih menyimpan namamu. Di sudut malam, wanita itu duduk merenung, Memandangi butiran hujan yang jatuh perlahan, Seakan tiap tetesnya membawa wajahmu, Bayangan dirimu yang tak pernah pudar dari ingatan. Angin berhembus membawa kenangan, Menyelinap lembut ke dalam dada, Membangunkan rindu yang lama terdiam, Menyulut sunyi menjadi bara penantian. Oh, Oktober… Mengapa setiap hujan selalu tentang dirimu? Tentang tatapan yang dulu menenangkan, Tentang kehadiran yang kini hanya bayangan. Wanita itu terus merenung dalam gerimis malam, Menyebut namamu dalam diam, Mungkin hujan takkan membawamu pulang, Tapi rindu ini tetap akan menunggu dalam tenang.