HUJAN DI BULAN OKTOBER


               Oleh: Ona Kobo

Hujan di 10 Oktober,
Mengetuk jendela dengan nada lirih,
Seperti bisik rindu yang tak pernah usai,
Menyapa hati yang masih menyimpan namamu.

Di sudut malam, wanita itu duduk merenung,
Memandangi butiran hujan yang jatuh perlahan,
Seakan tiap tetesnya membawa wajahmu,
Bayangan dirimu yang tak pernah pudar dari ingatan.

Angin berhembus membawa kenangan,
Menyelinap lembut ke dalam dada,
Membangunkan rindu yang lama terdiam,
Menyulut sunyi menjadi bara penantian.

Oh, Oktober…
Mengapa setiap hujan selalu tentang dirimu?
Tentang tatapan yang dulu menenangkan,
Tentang kehadiran yang kini hanya bayangan.

Wanita itu terus merenung dalam gerimis malam,
Menyebut namamu dalam diam,
Mungkin hujan takkan membawamu pulang,
Tapi rindu ini tetap akan menunggu dalam tenang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SENJA DI UJUNG KAMPUNG BESKEM

PENGAGUM RAHASIA

DI UJUNG DESEMBER: CINTA MENYEBUT NAMA TUHAN