OKTOBER: ROSARIO DAN PERJUANGAN
(Per Mariam Ad Jesum)
Oktober datang perlahan,
membawa wangi dupa dan bisikan doa Salam Maria,
di setiap butir rosario yang kugenggam,
kutitipkan harapan, luka, dan cinta yang belum sembuh.
Di altar kecil di sudut kamarku,
lilin menyala seperti bintang yang setia,
mengiringi langkah iman yang tak selalu mudah,
namun selalu kutempuh, walau tertatih oleh waktu.
Bulan ini suci —
bulan Bunda yang mengajar tentang kesabaran,
tentang mencintai dengan hati yang berani patah,
dan bangkit lagi dengan damai yang tak riuh.
Oktober juga bulan perjuangan,
ketika keringat bercampur air mata di ladang kehidupan,
namun dalam setiap letih,
ada tangan Tuhan yang menepuk lembut pundakku:
"Jangan berhenti, Aku menyertaimu."
Dan di akhir Oktober
ketika malam terasa lebih sunyi,
aku menatap langit,
melihat bulan separuh yang tampak pasrah,
seperti diriku yang belajar berserah sepenuhnya.
Oktober menutup dengan tenang,
bukan dengan kemenangan besar,
tetapi dengan hati yang telah belajar:
bahwa setiap doa adalah perjuangan,
dan setiap perjuangan adalah bentuk kasih.
Semoga keputusan-keputusan kecil yang kuambil hari ini,
menjadi cahaya di jalan panjang perjuangan esok hari,
menuntunku pada harapan yang besar
Seperti fajar yang perlahan menyingkap malam,
membawa damai, membawa terang, membawa hidup.
Komentar