Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

GOLGOTA: SUNYI YANG MENANGIS

Gambar
                  Oleh: Ona Kobo Langit merunduk pada siang yang kehilangan cahaya, awan-awan menghitam seperti duka yang tak sempat diucapkan. Angin berhenti di antara napas yang tertahan, dan bumi diam… terlalu diam untuk sebuah kematian. Di puncak sepi itu, Engkau terpaku pada kayu yang tak bernyawa, namun justru di sanalah cinta menemukan suaranya yang paling dalam. Darah-Mu menetes perlahan, seperti doa yang jatuh tanpa suara, membasuh tanah yang dulu Kau panggil “baik”, kini basah oleh luka Sang Pencipta. Teriakan, cemooh, dan tawa bercampur menjadi satu di kaki salib, namun Engkau tidak menjawab dengan murka, hanya dengan mata yang tetap memeluk dunia. “Bapa… ampunilah mereka…” kata-kata itu retak di antara napas terakhir, namun justru di situlah langit belajar tentang arti kasih yang tak bersyarat. Aku berdiri di kejauhan tak sanggup menatap terlalu lama, karena setiap luka-Mu seperti memanggil namaku d...