LESTARIKAN BUDAYA TENUN UNTUK ANAK GENERASI Z
Oleh: Ona Kobo
Di tengah dunia yang serba cepat, digital, dan instan, menenun mungkin terlihat seperti sesuatu yang “lama”. Namun justru di situlah letak keistimewaannya. Menenun bukan sekadar merangkai benang menjadi kain, tetapi merangkai sejarah, identitas, dan nilai hidup yang diwariskan dari generasi ke generasi. Maka: Untuk anak Gen Z yang kreatif, kritis, dan akrab dengan teknologi, menenun bisa menjadi ruang ekspresi yang baru dan bermakna. Mengapa Menenun Perlu Dilestarikan? Identitas dan Jati diri setiap motif tenun menyimpan cerita: tentang alam, tentang leluhur, tentang nilai kehidupan. Ketika kita memakai atau membuat tenun, kita sedang membawa identitas budaya kita sendiri. Nilai Kesabaran dan Ketekunan menenun mengajarkan proses. Tidak ada hasil instan. Benang demi benang dirajut dengan kesabaran. Ini menjadi pelajaran hidup yang sangat relevan di era serba cepat.
Potensi Ekonomi Kreatif Tenun bukan hanya budaya, tetapi juga peluang. Anak Gen Z bisa mengembangkan tenun menjadi fashion modern, aksesoris, konten digital, bahkan brand lokal yang mendunia. Cinta pada Lokalitas di saat budaya luar begitu mudah diakses, melestarikan tenun adalah bentuk cinta pada akar sendiri. Cara gen Z bisa ikut melestarikan tenun, yaitu;
1. Membuat konten edukatif tentang tenun di media sosial.
2. Mengkolaborasikan tenun dengan desain modern.
3. Menggunakan tenun dalam acara resmi maupun santai.
4. Mengadakan workshop menenun di sekolah atau komunitas.
5. Menceritakan filosofi motif dalam bentuk tulisan, puisi, atau video.
Tenun dan Makna yang Lebih Dalam
Menenun sebenarnya seperti kehidupan:
benang yang berbeda warna disatukan,
kadang kusut, kadang rapi,
tetapi akhirnya membentuk sesuatu yang indah. Jika Gen Z mau belajar menenun, bukan hanya kain yang tercipta, tetapi juga karakter, rasa bangga, dan kesadaran akan warisan leluhur.
Melestarikan budaya bukan berarti kembali ke masa lalu, tetapi membawa nilai lama ke masa depan dengan cara yang baru. Karena budaya akan tetap hidup, jika generasi mudanya memilih untuk mencintainya. 🌾
Komentar