SEPERDUA TAK BERORASI

        Oleh: Ona Kobo

Dalam dekapan pekatnya malam tak berbintang Pada seperdua malam, Berbalut suka menyelimuti duka
Tetaplah pada kesendirian tanpa terbuai pada pekatnya
Berpelukan sayup angin malam nan mencengkram
Bersandar pada tiang yang kian lapuk
Entahlah. Akankah tetap kokoh atau ambruk?
Sudahlah tetaplah bersamaku ranting kering
Aku tak tahu harus kemana tuk berkelana
Langkah seakan terhenti oleh pekatnya karena rembulan pada seperdua tak berorasi
Bolehkan kau singga tuk sebuah kesungguhan?
Ah.  Jangan terbuai puan
Rasi tak'kan hadir tuk memperindah harapanmu
Tiadakan bersama pekatnya
Biarlah kesendirian yang membalut afeksi yang infeksi
Oh Tuhan. Ijinkanlah rembulan 
Tuk memancarkan sinarnya membawa kembali fatamorgana yang berkelana
Dalam pekat puan terus merindu tanpa di rindu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SENJA DI UJUNG KAMPUNG BESKEM

PENGAGUM RAHASIA

DI UJUNG DESEMBER: CINTA MENYEBUT NAMA TUHAN