DUA RUPA

       Oleh: Debrito Babu   


Mengenalmu terlalu dalam dalam dua dimensi berbeda...Ia memang beda....itu akan membuatmu bingung harus bagaimana lagi.

Harus kah menjadi pematung???
Lalu aku terbuai terlalu dalam lupa pahatan elok tak bernilai. Menjadikan aku terlupakan dalam bingkai kata "Seni". Memang terlalu dua rupa sampai membuai dalam rotasi tak terbatas.

Aku , Kamu atau Mereka.... Rupa tak lagi sama....hanya terlihat pada sudut jauj memandang. Aku menjadi badut pada senandung luka kamu memberi kado saat untaian senyum menyambutmu pulang sekedar untuk badut berperagai dalam lakon agar kau terbebas..

Dua rupa....ia dua rupa... Semacam pada zodiac Gemini lakon kita melabelnya. Mereka memilih pada Zodiac tapi kembali pada dua rupa, kita jadi gemini pada lakon hidup.

Terlalu lelap 
Sampai mimpi berepisode tak usia pada ujung akhir yg belum usai
Masih ada sudut pandang yg tertutup untk melihat? masih ada satu tatapan tegak luris dan teduh yg hilang, Kita adalah dua rupa.

Barisan cerita ini tak usai...tapi ....aaah sudahlah kau tak mampu paham pada zona reflektif, kau hanya tahu mencari instan zona nyaman.Kita berkubang pada pertemanan dua rupa, entah betul apa betul? atau fiktif belaka...

Ya sudahlah....
Aku adalah rupa yg tak lagi sama bagimu
Kamu adalah rupa yang berpalung pada ego dan mahkkota para 'tuan'
Mereka cuma penikmat yang tak tahu apa itu awal rupa dan akhir sebuah rupa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SENJA DI UJUNG KAMPUNG BESKEM

PENGAGUM RAHASIA

DI UJUNG DESEMBER: CINTA MENYEBUT NAMA TUHAN