BERSEMI, MERECUPLAH NOVEMBER
Telah datang November, lembut seperti
doa di ujung senja,
Menggugurkan sisa rindu dari Oktober yang penuh perjuangan.
Embun jatuh perlahan di kening pagi,
Seakan menulis ulang harapan yang sempat tertunda.
Merecuplah November seperti bunga yang malu-malu tumbuh,
Dari tanah yang pernah retak,
Dari hati yang pernah lelah namun tak menyerah.
Ada cahaya kecil di balik setiap luka,
Dan kini ia tumbuh menjadi alasan untuk tersenyum lagi.
Angin membawa kabar tentang permulaan baru,
Tentang keberanian untuk mencinta, berdoa, dan percaya.
Segalanya tampak sederhana
Namun penuh makna seperti tatapan pertama pada pagi yang damai.
Oh November,
Jadilah halaman baru yang wangi,
Tempat segala niat baik tumbuh dan bersemi,
Tempat kita belajar lagi
Bahwa setiap akhir selalu menyimpan janji akan keindahan yang baru.
Komentar