Postingan

NOMOR 90 DARI 365

Gambar
       Oleh: Ona Kobo Dedaunan berterbangan karena kencangnya angin musim Merenggut paksa tiada daya Saat rimbun telah perlahan gersang Hijaupun perlahan mengering Waktu kian menyelam Menyelami utaran waktu yang memaksa pergi Perlahan lautan dalam tengah di selami Apakah masih bisa tuk menyelam? Ataukah mulai lelah? Kaki tertatih mengikut guliran waktu 90 hari telah terlewati bersama suka dan duka 275 hari akan menemani dengan sabar Menjadi saksi bisu di antara kenangan Meski hanya sebatas saksi yang menyaksikan bukan bersaksi Terima kasih januari,februari dan maret Sesalan kisahmu tiada arti Tak seberkaspun menghiraukannya Air mata telah mengalir dan pergi Sebatas memori pada ilusi Selamat datang april Berharaplah Semoga arakan awan embali menerbangkan serbuk sari dan putik yang terbuang Hingga menyatu dalam satu pekarang Pada peghujung waktu di hari ke 365.

MUSIMKU DIRIKU

Gambar
        Oleh : Ona Kobo Bergelut pada sanubari Jiwa yang fana masih bertahan hingga kini Bercanda menyelami rajam-rajam luka Tetap disini, walau tak di anggap Semangat membara Api ambisi menggelora dalam angan Musim ini, aku sibuk menyemangati diriku Tak ada orang lain selain aku Berbalik kisah kasih di musim kemarin Seribu cara telah ku jamah jiwa yang rapuh Salah satunya ada topeng-topeng musim Lalu, ku temui sang penghianatnya Tetap, kutuliskan pada sebait puisi Tanpa rasa canggung ku tetap menulisnya Walau mereka mencoba menghalangiku Tak kuhiraukan, karena musimku adalah diriku Biarkan musim mereka berlayar Menggantikan topeng pada musimnya Lagi, lagi dan lagi aku tak peduli Karena musimku ada diriku bukan orang lain.

HALUSINASI SEPENGGAL MIMPI

Gambar
      Oleh : Ona Kobo Ku arungi lautan harapan Mendekap rindu dalam bahtera lamunan Bisikan angin mengusik lamunanku Demi sebuah halusinasi ku tak hiraukan Panas terik membakar jiwaku Semangat membara kudaki gunung impian Menapaki takdir bersama sejuta kenangan Hanya karena imajinasi ku terus berlangkah Sementara ku menyebrangi sungai harapan Perlahan melangkah membawa keinginan Lumut dan kerikil batu serta arus menerjang Hanya terus maju dan berjuang Harapan tengah menungguku disana Simpanlah harapan yang mengharapkan kepadaku yang sedang berusaha Mewujudkan semua impian Mimpi yang tengah menanti kedatanganku Jemputlah aku dengan sejuta doa kesabaran Janganlah merindu diriku Waktukan mengajakku tuk menghampirimu.

MENYEBRANGI GENANGAN

Gambar
     Oleh : Ona Kobo Hujan kini menunjukkan jati dirinya Perlahan pada penghujung cuaca Dalam genangan di halaman bangunan tua Terbias setitik rindu Sejenak angan kembali berilusi Tentang rindu yang merindu Wahai jiwa yang rapuh Dimanakah sosok yang dirindukan? Kalbu terobrak-abrikkan oleh sebuah imajinasi Seolah tak dipenjarakan tubuh Ingin berkelana ke sebrang Namun,masih di selimuti oleh kerinduan Sehebat apapun tuk memberontak Disini,bukan sebatas kata namun rasa Angan seolah mempengaruhi sukma Keduanya bersatu dalam segengam rasa Yah,rasa rindu Pada sosok misterius Apakah ini sebuah misteri Untuk ambisi yang tak berpijak?

PENGAGUM RAHASIA

Gambar
     Oleh : Ona Kobo Malam telah membentangkan sayap kelamnya Semilir angin,mencekam tubuh Hari ini begitu cepat hingga malampun menghampiri Padahal,aku masih mengagumi senja Ku berdiam bersama alam hayalan Bersandar pada tiang lamunan Menikmati keterasingan ini Harap,sukma bukan sebatas hanyala belaka Sekejab,kupejamkan binaran bola mata Terbayang wajah yang sempat kudambakan Walau sekedar pengagum rahasia hati Kini,ambisi hanyalas ambisi Dalam relung hatiku,rindu kian merindu Senandung sendu kulantunkan dalam hayalan Sebait puisi kubacakan dalam angan Untuk sang pengagum rahasia asmara Dalam rintih kerinduan,terbaring sebuah kesunyian Berselimutkan keresahan Hatiku meronta,seakan hanyalah sebatas angan Jiwa seolah hampa,tanpa siluetan senyum sang pengagum.

TRANSISI MASA

Gambar
       Oleh : Ona Kobo. Siang berganti malam UntukMu Sang Maha Kuasa Bahari dan mesranya siang Hingga akupun terbuai bersamanya Aku bimbang,bagaimana? Bisa membuntang darinya? Malam begitu pekat dan dingin Bersama alunan syair indah Hingga aku tenggelam didalamnya Dalam bahar yang dangkal Mungkin juga tersesat di antara gelapnya Bertanding tuk bertepi Transisi masa Detik,menit,jam,hari,minggu,bulan hingga tahun Membawaku sampai kini Aku mengagumi pergantian Masa di berikan oleh Maha Pengasih Begitu mempesona dan luar biasa. Kefamenanu,18 Maret 2022

BERPIJAKKAN LAMUNAN SEPI

Gambar
        Oleh : Ona Kobo Berkecamuknya mengenyam dalam naluri Tidak disamarkan oleh sunyi waktu Kejerian yang merajalela Kesayuan menembusi sukmaku Sementara hanya berpartnerkan sebatang pena dan selembar kertas putih Coretannya makin tak jelas Resah makin menggelora dalam sukma Berpusar pada angan yang bersemadi Membungkam dalam kesepian Tiada sepatah katapun terlontar Kesedihan yang merajam Terpatri satu dalam sebuah kepiluan Telah tergoreskan pada lembaran baru Kini terhanyut dalam lamunan Detik waktu terus berdetak Di luar naluri hari akan di mulai Keruyuk ayam di dahan Kicauan burung camar di jendela Seketika membuntang dari lamunan Walau keresahan membekas dalam nalar dan naluri.