Postingan

FENOMENA BUNUH DIRI DALAM KAJIAN ARTI DARI KEPENUHAN HUKUM KODRAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL

Oleh: PETRUS RIZAL PALIN Abstract   Suicide is a serious issue experienced by individuals seeking to liberate themselves from their existence. It should be viewed as a loss of direction in making choices and an inability to accept the realities of life. Ineffective human relationships can be a contributing factor to suicidal actions. Human relations demand profound communication between subjects to navigate through the good and the bad. Human involvement in social responsibility is positively assessed. This responsibility involves the rational system of the human mind, ensuring that others are not seen as objects but as subjects. The significance of fulfilling natural law is a commendable aspect in relation to the social system within human individuals. Key words : natural law, suicide, social beings, deep dialogue Abstraksi Bunuh diri merupakan persoalan serius yang dialami manusia dalam kesadaran untuk menghilangkan keberadaannya secara bebas. Persoalan bunuh diri menjadi hal yan...

BAHAYA ORANG KETIGA

Oleh: Julianto Silab    Keluarga sering diartikan sebagai suatu unit terkecil dalam kemasyarakatan. Kesejahteraan suatu masyarakat ditentukan pula oleh kehidupan keluarga, maka keluarga baik menghasilkan masyarakat yang sejahtera dan begitu pun sebaliknya. Dalam pengertian yang lebih esensial ialah bahwa kesejahteraan keluarga menjamin kesejahteraan manusia sebagai makhluk sosial agar tercapailah kesejahteraan bersama (bonum commune) yang menjadi cita-cita bangsa Indonesia. Atas dasar inilah keluarga dibangun dalam satu bentuk  lembaga sosial yaitu pernikahan.  Janji kesetiaan yang diikrarkan mempelai laki-laki dan mempelai perempuan dalam upacara pernikahan berorientasi pada hidup keluarga yang damai, bahagia dan sejahtera lahir batin.       Dalam usaha mencapai kesejahteraan bersama, dinamika hidup berkeluarga di samping keluarga yang hidup bahagia, tentunya dihiasi dengan kesedihan dan problem-problem hidup baik dari dalam keluarga (internal) m...

KOMODIFIKASI EKONOMIS MENGANCAM KUALITAS PENDIDIKAN KITA

           Oleh: Laurensius Funan     Pendidikan merupakan upaya untuk membantu jiwa anak-anak didik baik lahir maupun batin, dari sifat kodratinya menuju kearah peradaban manusiawi dan lebih baik. Sebagai contoh dapat dikemukakan ; anjuran atau arahan untuk anak duduk lebih baik, tidak berteriak-teriak agar tidak mengganggu orang lain, bersih badan, rapi pakaian, hormat pada orang yang lebih tua dan menyayangi yang muda, saling peduli dan lain sebagainya merupakan salah satu contoh proses pendidikan. Pendidikan adalah salah satu hak fundamental setiap individu dan harus diakses oleh semua orang tanpa adanya diskriminasi. Namun, semakin banyak negara dan lembaga pendidikan yang terjebak dalam praktik komodifikasi ekonomis, menjadikan pendidikan sebagai alat untuk menghasilkan keuntungan semata. Padahal, pendidikan bukanlah barang yang bisa dijual belikan seperti layaknya komoditas.    Pendidikan adalah hak semua orang dalam memperol...

Dampak Budaya Asing Terhadap Degradasi Moral Remaja Indonesia

Oleh: Petrus Rizal Palin     Tingkat kepekaan remaja terhadap suatu perubahan budaya atau peristiwa transisi udaya yang sedang terjadi tentunya berada pada tingkat yang tinggi baik itu peristiwa baik maupun peristiwa yang buruk. Tingkat kepekaan yang tinggi tersebut yang terkadang membuat moral remaja jatuh. Pengaruh-pengaruh kuat eksternal, yang kemudian mengganggu pola pikir remaja sehingga menurun pada  tindakan remaja yang menyimpang dari nilai-nilai moral. Kebanyakan penyimpangan terhadap sistem atau nilai-nilai yang berlaku di masyarakat dialami oleh kaum muda yang banyak berinteraksi dengan kebudayaan luar atau kebudayaan baru. Masa remaja dikenal dengan masa mencari jati diri untuk ditunjukkan kepada orang lain. Hal-hal penyimpangan yang dilakukan remaja tak akan mungkin dipungkiri, karena itulah masa remaja. Remaja melakukan hal tersebut atas dasar kehendak pribadi tanpa melihat norma-norma yang berlaku dalam suatu tatanan hidup bermasyarakat.     ...

HENING BERTUAN

Gambar
                            Oleh: Ona Kobo    Pada sepertiga malam nan sunyi Di pelataran rumah Sang Tuan Bersila mereka yang bertuan Pijaran lentera putih menghiasi pekatnya       Kesunyian  Bersandar di persimpangan nan otentik Seketika resah melahap habis tanpa sisa Tiada satupun mereka di sini    Melodi itu Seketika mengusik nalar dan naluri Bagaimana mungkin? Pekatnya malam telah merenggutnya Puan mulai tercokoh tanpa siluet di bibir    Namun, goresan kisah Puan di tiap serpihan waktu Harapan tertera harap yang diharapkan Kini tertanggal Kasih Sang Tuan pada Puannya Sebuah dekapan dalam keheningan ada puan sedang bertelut untuk Tuan-Nya.

BOLEHKAH?

Gambar
                Oleh: Ona Kobo Pada penghujung hari Aku termenung di bawah pekatnya malam Termenung bersama sayup sang bayu Angan terbuai bersama rayuan sang bayu Menikmati dinginnya tanpa mengelak Sunyi mencengkram mengusik lamunan Dingin menembusi sumsum tulang Membekukan niat tuk bangkit Namun aku memberontak Memberantas dingin yang tak terkira Pada sepertiga malam Hanya terdengar suara jangkrik pada rerumputan Membungkam dalam keheningan Terlintas suara yang memanggil namaku Oh ternyata suara hantu  Aku memberontak dengan tawa Walau hanya senyum sipuh malu Bangkit dari rayuan sang bayu Yang mengusikku dengan dinginnya malam Bolehkah kita bersahabat? Seduhan secangkir kopi hangat  Tercatat syair-syair puisi Beralunkan melodi membahana Hembusan sang bayu menari kesana kemari Sang cahaya cakrawala hanya menatap penuh makna.

OKTOBER KEMBALI BERKISAH

Gambar
                       Oleh: Deni Oki Goresan tinta di bulan Oktober yang kering, Kertas putih menjadi belahan jiwa yang terbuka, Dalam keheningan musim kemarau yang membara, Kata-kata mengalir seperti air di mata yang terpandang. Bulan ini menyaksikan pepohonan merana, Daun-daun berguguran dalam sepi yang hening, Namun puisi tumbuh dalam hati yang merindu, Mengisi kekosongan dengan makna yang mendalam. Dalam goresan tinta, kita temukan makna, Kisah-kisah hidup terabadikan dalam kata, Bulan Oktober yang kering, menjadi saksi, Kehidupan yang terus berjalan, dalam setiap huruf yang tercipta.